Cerita Singkat tentang Lebaran di Beberapa Wilayah di Dunia

Teman-teman, besok kita akan merayakan hari raya Idul Fitri. Hari raya ini adalah hari kemenangan umat Islam. Mengapa disebut hari kemenangan? Sebab selama 30 hari kita telah melaksanakan puasa. Selama puasa kita menahan lapar, dahaga, marah, kesal, dan juga perbuatan-perbuatan yang dapat membatalkan puasa kita. Nah, jika kita sudah berhasil menahan diri selama 30 hari, maka hari raya Idul Fitri adalah hari kemenangan untuk kita.

Idul Fitri jatuh pada tanggal 1 Syawal tahun Hijriah. Di beberapa negara, ada sebutan-sebutan yang berbeda. Misalnya, di Indonesia kita menyebut “Hari Lebaran” dan “Hari Raya Puasa”. Di Bangladesh, orang menyebutnya dengan “Shemai Eid”. Di Turki, orang biasa menyebutnya dengan nama “Ramazan Bayramı”.

Teman-teman pergi ke mana jika hendak shalat Ied? Ya, kita semua beramai-ramai ke mesjid. Namun, ada juga yang melakukannya di tanah lapang, atau di jalan raya jika area ibadahnya tidak cukup menampung jumlah jamaah.

Ibadah dan Tradisi pada Idul Fitri

Dengan datangnya Idul Fitri berarti menandai berakhirnya puasa pada bulan Ramadhan. Adapun hukum melakukan shalat Ied adalah sunnah muakkad. Artinya shalat yang dianjurkan untuk dilakukan. Sebelum shalat, orang-orang mengumandangkan takbir. Lafaznya takbir adalah:

Arab Latin Terjemahan
الله أكبر الله أكبر الله أكبر Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.
لا إله إلا الله La ilaha illa Allah. Tiada Tuhan selain Allah.
الله أكبر الله أكبر Allahu akbar, Allahu akbar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar,
ولله الحمد wa li-illahi al-hamd. Segala puji hanya bagi Allah.

Takbir dimulai setelah masuk dalam bulan Syawal. Ada satu hal yang diwajibkan untuk mengerjakannya sebelum lebaran, yaitu membayar zakat fitrah. Tujuannya adalah membersihkan harta dan jiwa. Namun tujuan yang utama adalah memberi kebahagiaan untuk kaum miskin. Sehingga mereka dapat berlebaran seperti layaknya orang berlebaran. :-)

Tradisi Lebaran di Beberapa Negara

Asia

Asia Tenggara

Umat Islam di Indonesia menjadikan Idul Fitri sebagai waktu untuk berkumpul bersama keluarga besar. Seperti tertulis di situs ensiklopedia online, Wikipedia:

Umat Islam di Indonesia menjadikan Idul Fitri sebagai hari raya utama, momen untuk berkumpul kembali bersama keluarga, apalagi keluarga yang karena suatu alasan, misalnya pekerjaan atau pernikahan, harus berpisah. Mulai dua minggu sebelum Idul Fitri, umat Islam di Indonesia mulai sibuk memikirkan perayaan hari raya ini, yang paling utama adalah Mudik atau Pulang Kampung, sehingga pemerintah pun memfasilitasi dengan memperbaiki jalan-jalan yang dilalui. Hari Raya Idul Fitri di Indonesia diperingati sebagai hari libur nasional, yang diperingati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia yang memang mayoritas Muslim. Biasanya, penetapan Idul Fitri ditentukan oleh pemerintah, namun beberapa ormas Islam menetapkannya berbeda. Idul Fitri di Indonesia disebut dengan Lebaran, dimana sebagian besar masyarakat pulang kampung (mudik) untuk merayakannya bersama keluarga. Selama perayaan, berbagai hidangan disajikan. Hidangan yang paling populer dalam perayaan Idul Fitri di Indonesia adalah ketupat, yang memang sangat familiar di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura. Bagi anak-anak, biasanya para orang tua memberikan uang raya kepada mereka. Selama perayaan, biasanya masyarakat berkunjung ke rumah-rumah tetangga ataupun saudaranya untuk bersilaturahmi, yang dikenal dengan “halal bi-halal”, memohon maaf dan keampunan kepada mereka. Beberapa pejabat negara juga mengadakan open house bagi masyarakat yang ingin bersilaturahmi.

Di beberapa negara tetangga juga merayakan Idul Fitri dengan cara bersilaturrahmi pada keluarga dan teman mereka. Mereka juga mengucapkan “Selamat Hari Raya” atau “Mohon Maaf Lahir Batin” sebagai ungkapan permohonan maaf kepada sesama. Anak-anak juga mendapat uang atau sebutannya duit raya.

Asia Selatan

Kalau di India, Pakistan, dan Bangladesh, malam sebelum Idul Fitri disebut Chand Raat, atau malam bulan. Saat itu, kaum muslim mengunjungi berbagai bazar dan mal untuk berbelanja, dengan keluarga dan anak-anak.

Cara yang paling populer di Asia Selatan adalah mengucapkan Eid Mubarak kepada yang lain selama perayaan Idul Fitri. Anak-anak menyambut para tamu dan juga berharap memperoleh uang.

Setelah mandi, setiap muslim harus menggunakan pakaian yang baru apabila ada. Jika tidak, dapat menggunakan pakaian lain yang putih dan suci.  Seluruh muslim berduyun-duyun pergi ke lapangan terbuka. Tradisi ini disebut Eidgah. Setelah shalat, seperti biasa, mereka mengunjungi saudara dan saling bermaaf-maafan.

Dengan cara inilah, umat muslim di Asia Selatan merayakan Idul Fitri dalam suasana yang meriah, sebagai ungkapan terima kasih kepada Allah, dan mengajak keluarga, teman, dan para fakir miskin sebagai rasa kebersamaan.

Arab Saudi

Saat Idul Fitri tiba, umat muslim di Riyadh mendekorasi rumah. Sejumlah perayaan seperti membaca puisi, parade, pertunjukan musik digelar saat Idul Fitri tiba. Untuk menu makanan, mereka menyantap daging domba yang dicampur nasi dan sayuran tradisional.

Cina

Di Xinjiang, perayaan Lebaran tampak meriah. Muslim laki-laki mengenakan jas khas dan kopiah putih, sedangkan yang perempuan memakai baju hangat dan kerudung setengah tutup.

Eropa

Seperti yang tertulis di Wikipedia:

Di Eropa, perayaan Idul Fitri tidak dilakukan dengan begitu semarak. Di Inggris misalnya, Idul Fitri tidak diperingati sebagai hari libur nasional. Kaum muslimin di Inggris harus mencari informasi tentang hari Idul Fitri. Biasanya, informasi ini didapat dari Islamic Centre terdekat atau dari milis Islam. Idul Fitri dirayakan secara sederhana di Inggris. Khotbah disampaikan oleh Imam masjid setempat, dilanjutkan dengan bersalam-salaman. Biasanya di satu area dimana terdapat banyak kaum muslimin disana, kantor-kantor dan beberapa sekolah di area tersebut akan memberikan satu hari libur untuk kaum muslimin. Untuk menentukan hari Idul Fitri sendiri, para ulama dan para ahli agama Islam sering mengadakan rukyat hisab untuk menentukan hari raya Idul Fitri.

Turki

Di Turki, Idul Fitri dikenal dengan sebutan Bayram (dari bahasa Turki). Biasanya setiap orang akan saling mengucapkan “Bayramınız Kutlu Olsun”, “Mutlu Bayramlar”, atau “Bayramınız Mübarek Olsun”. Pada Idul Fitri, masyarakat biasanya menggunakan pakaian terbaik mereka (dikenal sebagai Bayramlik) dan saling kunjung mengunjungi ketempat orang-orang yang mereka kasihi seperti keluarga, tetangga, dan teman-teman mereka serta menziarahi kuburan keluarganya yang telah tiada.

Pada masa itu, orang yang lebih muda akan mencium tangan kanan mereka yang lebih tua dan menempatkannya di dahi mereka selagi mengucapkan salam Bayram. Para anak-anak kecil juga biasa mendatangi rumah-rumah disekitar lingkungannya untuk mengucapkan salam, dimana mereka biasanya diberikan permen, cokelat, permen tradisional seperti Baklava dan Lokum, atau sejumlah kecil uang.

Amerika

Amerika Utara

Umat muslim di Amerika Utara pada umumnya merayakan Idul Fitri dengan cara yang tenang dan khidmat. Karena penetapan hari raya bergantung pada peninjauan bulan, seringkali banyak masyarakat tidak sadar bahwa hari berikutnya sudah Idul Fitri. Masyarakat menggunakan metode yang berbeda untuk menentukan penghujung Ramadhan dan permulaan Syawal. Orang Amerika Utara yang berada di wilayah timur bisa jadi merayakan Idul Fitri pada hari yang berbeda dibanding mereka yang di wilayah barat. Pada umumnya, penghujung Ramadhan diumumkan via e-mail, website, atau melalui sambungan telepon.

Umumnya, keluarga muslim di Barat akan bangun sangat pagi sekali untuk menyiapkan makanan kecil. Setiap orang didorong untuk berpakaian formal dan baru. Banyak keluarga-keluarga yang memakai pakaian tradisional dari negara mereka, karena kebanyakan Muslim disana ialah imigran. Selanjutnya mereka akan pergi ke majlis yang paling dekat untuk shalat. Shalat itu bisa diadakan di masjid lokal, ruang pertemuan hotel, gelanggang, ataupun stadion lokal. Shalat Idul Fitri sangat penting, dan umat muslim didorong untuk shalat Id memohon ampunan dan pahala. Setelah shalat, ada kutbah dimana imam memberikan nasihat bagi jamaahnya dan biasanya didorong untuk mengakhiri setiap kebencian ataupun kesalahan lampau yang mungkin mereka punya. Setelah shalat dan khutbah, para jamaah saling memeluk dan satu sama lain saling mengucapkan selamat Idul Fitri. Muslim di Amerika Utara juga merayakan Idul Fitri dengan cara saling memberi dan menerima hadiah kepada keluarga.

(Dikutip dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas dengan pengubahan seperlunya)

About these ads

3 thoughts on “Cerita Singkat tentang Lebaran di Beberapa Wilayah di Dunia

Tinggalkan komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s